JADWAL DIKLAT :
***************************************************************
SIG Tingkat DASAR 04 s.d 15 Mei 2015
***************************************************************
Aplikasi GPS untuk PEMETAAN 18 s.d 22 Mei 2015
***************************************************************
Hub. 021.8754601 ATAU 0812.19296777 untuk detail informasi
***************************************************************

Jumat, 08 Mei 2015

Jabatan Fungsional Surveyor Pemetaan Sebagai Peluang Karier Bagi PNS

Semarang, - Jabatan karier Pegawai Negeri Sipil diperoleh dengan menduduki jabatan struktural dan jabatan fungsional setelah memenuhi syarat tertentu. Jabatan struktural akan memimpin satuan organiasi Negara dan lebih bersinggungan dengan hal managerial dan Leadershipsedangkan jabatan fungsional lebih dinamis, menuntut kemandirian tinggi, sistem kenaikan pangkat dan jabatan yang sistematis, periodik dan berkelanjutan. Tujuan penetapan jabatan fungsional adalah untuk meningkatkan produktivitas kerja PNS dan unit kerjanya, meningkatkan karier PNS, dan meningkatkan profesionalisme PNS. Pengembangan jabatan fungsionalakan membawa konsekuensi organisasi menjadi sederhana (flat) dengan mengedepankan jabatan fungsional serta berkurangnya jabatan struktural, sehingga diperlukan alternatif karier yang menjanjikan bagi PNS.

Rumpun jabatan fungsional di Indonesia terdapat lebih dari 100 varian dimana salah satunya Jabatan Fungsional Surveyor Pemetaan. Jabatan ini hanya dapat diduduki oleh seorang yang telah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, wewenang, tanggung-jawab dan hak secara penuh oleh Pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan survei dan pemetaan.

Senin, 23 Maret 2015

Diklat SIG Tingkat Dasar 16 s.d 27 Maret 2015


Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sistem Informasi Geografis (SIG) Tingkat Dasar berlangsung pada tanggal 16 Maret 2015, pukul 08.00 WIB. Diklat ini dibuka oleh Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Dr. Priyadi Kardono, M.Sc., dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama, Dr. Ir. Wiwin Ambarwulan, M.Sc., Pejabat Struktural di lingkungan Balai Diklat Geospasial BIG, para Widyaiswara, Panitia dan para peserta diklat.

Diklat SIG Tingkat Dasar diselenggarakan pada tanggal 16 sampai dengan 27 Maret 2015 setara dengan 84 Jam Pelajaran (JPL), 1 JPL = 45 menit, pendanaannya melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diikuti oleh 31 peserta dengan rincian sebagai berikut:
  • KOTA BUKITTUNGGI : 10 ORANG
  • KABUPATEN KONAWE UTARA : 7 ORANG
  • KABUPATEN GUNUNG MAS : 5 ORANG
  • BAPPEDA KOTA AMBON : 2 ORANG

Rabu, 18 Maret 2015

Diklat SIG Tingkatkan Pemahaman Aspek Keruangan Bagi Pengambil Keputusan di Daerah

Cibinong, Berita Diklat Geospasial BIG -Pendidikan dan latihan sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, tidak terkecuali dalam penyelenggaraan informasi geospasial.  Untuk itu BIG kembali menyelenggarakan Diklat SIG Tingkat Dasar bagi pengambil keputusan di daerah terutama untuk memahami aspek keruangan di dalam perencanaan pembangunan wilayahnya.
Diklat Sistem Informasi Geografis (SIG) Tingkat Dasar diselenggarakan pada periode 16 s.d. 27 Maret 2015 dilaksanakan dengan pendanaan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).  Pembukaan diklat SIG Tingkat Dasar ini berlangsung pada 16 Maret 2015, pukul 08.00, yang diawali dengan menyanyikanLagu Kebangsaan Indonesia Raya, dibuka oleh Kepala BIG, Priyadi Kardono. Hadir pula Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama Wiwin Ambarwulan dan Kepala Balai Diklat Geospasial BIG, Yovita Ani Istiati,para Widyaiswaradan para Staf Balai Diklat Geospasial.
Selanjutnya Ka.Balai Biklat GeospasialYovita Istiati menjelaskanbahwa diklat ini akan berlangsung selama 10 hari kerja, diikuti peserta sebanyak 31 orang. Diklat akan diselenggarakan dalam 2 kelas, yaitu Kelas A dan Kelas B dengan penanggung jawab Kelas A adalah Soma Trenggana,

Kamis, 30 Oktober 2014

Soft Launching Aplikasi Pemetaan Partisipatif

Pengelolaan sumber daya alam yang efektif dan kokoh perlu informasi geospasial yang akurat, terintegrasi dan dapat diandalkan. Saat ini, kementerian dan lembaga pemerintah membuat peta tematik mereka sendiri dengan spesifikasi berbeda untuk kebutuhan mereka sendiri. Duplikasi dan inkonsistensi menghasilkan informasi yang salah yang seringkali menjadi penyebab konflik tenurial.

Badan Informasi Geospasial (BIG) mengkampanyekan Gerakan One Map bekerjasama dengan UKP4, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mempercepat proses pengukuhan hutan. Pembangunan akan jauh lebih efektif dan efisien bila perencanaan dan pelaksanaan merujuk pada informasi geopasial standar dan relevan.

Inisiatif Pemetaan Partisipatif bertujuan untuk membangun peta otoritatif untuk klaim tanah di lahan hutan melalui analisis geospasial berinovasi, penilaian hukum lokal, serta komunikasi & outreach.

 
Design by PT. SCS TRAYA MAHADANA | Design by PT. SCS TRAYA MAHADANA |